HARUSKAH POLITIK MASUK KAMPUS ?Oleh: Bambang Eko Aditia
(Dosen FAI Universitas Bondowoso/ Kandidat Doktor IAIN Jember)

Apa itu politik ? Politik (Yunani: Politikos; Arab: سياسة, siyasah) (dari bahasa Yunani: politikos, yang berarti dari, untuk, atau yang berkaitan dengan warga negara), adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik.

Politik secara keilmuan terbagi menjadi dua, politik teoritis dan politik praktis. Politik teoritis merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang pemerintahan dan tata negara. Sedangkan politik praktis merupakan terapan atau aplikasi teori-teori politik dalam sebuah pemerintahan. Namun di Indonesia saat ini lebih mengenal istilah politik praktis dengan sebuah upaya untuk memperoleh kekuasaan dengan berbagai cara, apakah upaya itu melalui sebuah tata cara atau proses yang sah menurut peraturan atau dengan cara yang lebih beringas, yaitu makar.

Akhir-akhir ini sering diberitakan dimedia banyaknya politisi datang ke kampus,ada yang memberikan kuliah umum,ada yang hanya sekedar silaturahmi yang tujuan akhir dari semua itu adalah untuk menaikkan elektabilitas politisi tersebut untuk memenangkan pertarunganya.Fenomena politisi masuk kampus memang lazim terjadi menjelang kontestasi Pemilu. Para politisi yang sebelumnya sangat sulit untuk diundang, tiba-tiba saja menawarkan diri untuk menjadi pembicara di kampus.Biasanya, mereka tampil dalam acara-acara seminar resmi dengan dalih ingin berbagi ilmu. Padahal, sebagian besar dari mereka justru memanfaatkan panggung di kampus sebagai lahan kampanye politik.

Yang harus jadi pertanyaan adalah mengapa para politisi itu melihat kampus sebagai sasaran potensial untuk berkampanye? Apakah politik masuk kampus itu diperbolehkan? Atau justru kampus harus terbebas dari kepentingan politik apapun?

Kampus sebagai bagian dari lembaga negara yang menyediakan layanan pendidikan dengan Tri dharma perguruan tingginya harus juga memperhatikan hal ini. Politik tidak bisa dijauhkan dari kampus.karena dari kampus inilah lahir politisi pemimpin negri ini. Politik dalam kampus hampir sulit untuk dihindari. Di Indonesia, politik kampus sudah dimulai pasca Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Pada saat itu, bermunculan organisasi-organisasi mahasiswa tingkat nasional yang memiliki afiliasi dengan partai politik seperti GMNI, CGMI, HMI hingga PMKRI. Pembentukan organisasi-organisasi itu merupakan strategi partai politik untuk menguasai kampus. Melalui Senat Mahasiswa, jalan para politisi untuk mengkampanyekan gagasan dan cita-cita partai akan terbuka. Organisasi mahasiswa saat itu juga menempati posisi sentral dalam tubuh partai karena bisa berguna untuk lumbung kaderisasi. Setelah lulus dari kampus, kader-kader itu langsung menjadi anggota resmi partai politik.

Kampus harus bisa bertranformasi menjadi penguji akal pikiran dan visi misi dari politisi entah melalui kajian tulisan politisi, maupun media lain yang bisa digunakan kampus boleh menggelar diskusi politik. Namun diskusi politik perlu melibatkan semua pihak secara adil dan digelar tanpa berat sebelah ke salah satu pihak saja. Prinsip independensi terhadap perkubuan politik harus dijaga kampus.